MoU Kmenterian PDT-Unwahas

Selasa, 12 Februari 2013 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dalam bidang pendidikan, Keterampilan dan Teknologi Inovatif Pertanian di Daerah Tertinggal. Penandatanganan naskah kerjasama oleh menteri PDT Ir. A. Helmy Faisal Zaini, SE. dan Rektor Unwahas Dr. H. Noor Achmad, MA. disaksikan Ketua Yayasan Wahid Hasyim Drs. H. Soewanto, MM di Kampus Unwahas Jl. Menoreh Tengah 22 Sampangan Semarang.

Bentuk kerja sama yang bisa di lakukan adalah pendampingan, contohnya KKN vokasi pada daerah-daerah tertinggal. Penekanannya pada sektor hilir (pasca panen). Dimana dibutuhkan teknologi dan inovasi terkait hasil pertanian, sehingga hasil pertanian dipanen, diolah dan di proses dengan waktu yg singkat dgn kapasitas yg besar sehingga biaya produksi menjadi murah.

Dalam sambutannya menteri DPT menegaskan bahwa kerja sama ini adalah: Fakultas Pertanian dan Teknik khususnya yg menghasilkan ahli-ahli dibidang pertanian dan inovasi tekologi yang mendukung pertanian, diharapkan mampu memberikan pendampingan di daerah-daerah tertinggal.

Program kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya dengan Fakultas Pertanian dan Teknik diharapkan masyarakat dapat dilatih sehingga tidak hanya raw material (bahan mentah) yg dikirim utk diekspor, tetapi mampu mengembangkan hilirisasinya, karena nilai tambah dari pengembangan hilirisasi memegang peranan sangat penting, bahkan mencapai 70%. Diharapkan pola-pola ini dapat dikembangkan di beberapa daerah tertinggal, dibuat dempplot/percontohan, sehingga hal penting, kemudian dapat mengajak investor dengan skala besar. Dengan metode ini maka peningkatan dan akselerasi bagi percepatan daerah tertinggal secara kuantitatif dan kualitatif dapat diukur dimasa mendatang.

Sumber : rossi prabowo & arman